Assalamualaikum Wrbb. Imam Ferianto, Begitulah Ayahku memberi nama, Imam adalah doa yang berarti harapan agar aku menjadi seorang pemimpin kelak. Ferianto merupakan riwayat Ayah dulu sewaktu aku masih dalam kandungan Ibuku, Ayahku merantau ke Sumatra naik kapal Feri, anto adalah nama panggilan yang umum yang dianggap keren pada masa itu. :).
Aku adalah orang yang biasa saja, tidak suka dengan kemewahan hidup, lebih suka sederhana apa adanya dan InsyaAlloh merasa cukup dengan apa yang dimiliki sekarang. Kebahagiaaanku adalah bila mendapatkan ilmu baru yang bermanfaat dan menemukan teman-teman baru didunia ini. Aku kerja hanyalah sebagai sarana untuk tetap bertahan hidup, mengambil yang secukupnya saja dan tidak ingin suka sesuatu yang berlebihan
Bila ada salah kata dan tulisan dalam blog ini mohon dimaafkan dan bila ada yang dapat diambil hikmahnya atau sekedar pengetahuan silahkan dicopy paste, tidak ada copyright, karena aku juga copypaste dari tempat lain :) dengan tambahan sedikit tulisanku sendiri.
Statusku sementara masih single sedang mencari pendamping hidup yang satu visi dan pandangan. InsyaAlloh aku orang yang pengertian, baik hati suka memberi dan mentraktir teman, sabar dan penyayang serta romantis, hanya saja aku sedikit pendiam dan pemalu :).
Pada sebuah environtment virtual domain hosting yang menggunakan apache sebagai webservernya selain kita mengkonfigurasi name server (aka bind) kita juga perlu setting virtual host pada apache agar redirect (request domain) yang dilempar dari bind dan kemudian diteruskan ke apache server port 80 akan diarahkan ke virtual domain/path yang sesuai untuk account/domain tersebut yang dimaksud. Sebenarnya selanjutnya solusi yang tepat adalah menggunakan semacam DLZ tetapi pada apache agar tidak perlu restart ulang apache bila menambahkan virtual hosting baru. Tetapi baiklah untuk tahap belajar pertama kita set dulu virtual host pada apache2. Berikut adalah langkah teknis membuat virtual hosting pada apache 2 :
1. Buat direktori (folder) khusus untuk menyimpan file2 data hostingan client dan tempat upload data sesuai dengan acccount masing masing, contohnya untuk 2 buah client dibuat sebagai berikut:
Mengatasi tidak bisa paste dengan mouse pada console vi (vim) diatas ssh remote
Setelah menginstall zenwalk dan menggunakan ssh untuk meremote] server dan melakukan berbagai macam konfigurasi ternyata ada kesulitan yang sebenarnya simple tapi bikin repot juga. Hal tersebut adalah ternyata editor vi (vim) pada zendwalk tidak bisa melakukan paste langsung dari click kanan mouse seperti pada distro yang lain....hmmm aku pikir apa ini pasti bermasalah dengan konfigurasi vim nya , setelah baca beberapa referensi ( http://bbs.archlinux.org/viewtopic.php?pid=271205 ) ternyata memang seperti itu, kita harus mengedit vimrc untuk menormalkan (setting vim) seperti yang aku mau. baiklah kita langsung saja pada teknis cara setting vim agar bisa paste text dengan click kanan mouse.
find / |grep vimrc
edit kedua file .vimrc
mc -e /home/imam/.vimrc mc -e /root/.vimrc
ubah properti baris :
set mouse=a
menjadi
set mouse=r
selanjutnya save (f2) dan keluar (f10) dari editor mc nah kalau kita membuka vim lagi (vi) kita sekarang bisa melakukan paste dengan mudah memakai click kanan pada mouse.
Instalasi Xen virtual os pada zenwalk/slackware untuk membuat VPS hosting
a. Pendahuluan
Tahap berikutnya dalam membuat virtual hosting server adalah menginstall Xen virtual OS dengan beberapa alasan, Hmmm aku pikir untuk lebih amannya dan daripada repot nanti nantinya bila suatu saat error atau kena hack dan juga untuk mempermudah dan membuat fitur semacam VPS (virtual private hosting) maka aku putuskan untuk menginstall Xen Virtual machine diatas zendwalk untuk kemudian bisa diinstal bermacam distro lain diatasnya dan bisa dipindah2/dicopy ke sembarang server backup dengan mudah dan tidak repot konfigurasi bermacam hal bila kelak ada problem, dan juga mempermudah proses restore backup server. Sebenarnya teknologi virtualisasi OS juga banyak macam dan vendornya yang terkenal seperti VMWare, BOSCH, Virtual PC, PearPC, QEMU, VirtualBox dan lainnya. Kelebihan Xen menurut vendornya adalah lebih ringan dan lebih cepat sebab diload saat booting dan melakukan emulasi di tingkat kernel jadi saat Virtual OS dijalankan sudah menggunakan kernel xen default tersebut. Xen ini cara kerjanya mirip seperti UML (user mode linux) dan chroot jail (environtment) dimana kita dapat berpindah2 root filesystem dengan mudah saat runtime.
Instalasi berikut aku buat pada distro zenwalk/zencafe yang masih sekeluarga dengan slackware. karena di PC server tidak ada DVD drive maka setelah di download DVD ISO aku mounting ke /mnt/slax
mount -o loop /home/iso/slackware-12.0-DVD.iso /mnt/slax
b. Berikut adalah instalasi grub pada slackware (zendwalk)
Untuk instalasi xen kita harus terlebih dulu melakukan instalasi grub pada slackware (biasanya belum terinstall otomatis), jadi boot manager default (lilo) harus kita ganti menggunakan Grub agar bisa memasang Kernel Xen saat startup PC linux-nya.
2. compile xen, untuk menyesuaikan dengan istro slackware kita make dist dulu
more README-xen31-tarballs.txt make dist
selanjutnya xen akan melakukan compile, configurasi dan mendownload otomatis kernel source yang sesuai dengan kernel yang dipakai distro yang sekarang untuk membuat kernel xen sendiri.
3. install xen virtual machine
sh ./install.sh
4. konfigurasi xen virtual machine untuk startup saat booting, kita perlu mengkonfigurasi grub dan menambahkan kernel xen saat startup linux
Servis PC Di sekolah smp2 pwt. butuh driver printer Pixma ip1700, cd driver ga bawa, driver bawaan katanya udah ilang....duh gimana nih mo balik dulu kejauhan, pikir2 aku download aja kali ya, mo pake Speedy ga bisa2 connect modem ADSLnya error terus. Ah untung bw laptop kesayangan ahirnya dialup aja ke telkom instant.
nomerdial = 080989999 user = telkomnet@instant password = telkom
cs telkomnet = 147, pesawat 3
downloadnya lamaaaaaa banget sampe 2 jam lebih untuk mendonlod driver sebesar 30meg, yaaah kecepatan maximal yang didapat hanya 3 KBps, uuuugh cape deh nunggunya....
Lima langkah mudah membuat Realtime DNS server untuk bisnis domain hosting dengan Mysql record sebagai zone record
Seringkali kita susah melakukan konfigurasi Name server bind dimana konfigurasinya adalah file texts misalnya yang berada pada /var/named. Kasus lainnya adalah ketika melakukan perubahan pada record NS (misalnya pada sebuah environment DOmain Hosting) dimana reabilitas & realtime sangat perlu kita harus merestart DNS/nameserver kita, dan hal ini tentu saja membuat problem yang fatal misalnya saat kita melakukan restart DNS dan ketika itu ada query maka NDS tidak akan mereply query domain name, akibatnya error pointing domain atau alamat domain tidak diketahui.
DLZ (Dinamilcy Loadable Zone) merupakan solusi terbaik untuk saat ini untuk mengkonfigurasi sebuah nameserver dalam environtment domain hosting. Dengan menggunakan DLZ solusi baru didapat yaitu :
1. data NS record disimpan dalam database record (bukan test based) 2. perubahan terhadap record DNS dalam database mysql akan langsung diload oleh BIND tanpa perlu restart dns server. 3. pembuatan interface domain akan lebih mudah dicustomize sendiri karena hanya sebatas insert dan update record dalam database, sisanya akan dilakukan otomatis oleh BIND-DLZ
Untuk experiment ini saya memakai versi bind-9.4.1 dan dlz-patch versi DLZ-0.7 dan mysql versi 5.0.37 pada lingkungan zendwalk/zendcafe yang masih 1 jenis distro slackware dan kernel 2.6.21.3
Marilah langsung saja ke teknis instalasi:
##0.Download extrack source dari bind dan dlz misalnya ke home/compile, kemudian lakukan patch
##1. option compile bind ./configure --with-dlz-mysql=yes make && make install
##2. tambahan untuk named.conf agar meload dlz dlz "Mysql zone" { database "mysql {host=localhost dbname=dns user=dns pass=PasswordHere ssl=false port=3306 socket=/mysql/mysql.sock} {SELECT zone FROM resource_records WHERE zone = '%zone%'} {SELECT ttl, type, mx_priority, IF(type = 'TXT', CONCAT('\"',data,'\"'), data) AS data FROM resource_records WHERE zone = '%zone%' AND host = '%record%' AND type <> 'SOA' AND type <> 'NS'} {SELECT ttl, type, data, primary_ns, resp_contact, serial, refresh, retry, expire, minimum FROM resource_records WHERE zone = '%zone%' AND (type = 'SOA' OR type='NS')} {SELECT ttl, type, host, mx_priority, IF(type = 'TXT', CONCAT('\"',data,'\"'), data) AS data, resp_contact, serial, refresh, retry, expire, minimum FROM resource_records WHERE zone = '%zone%' AND type <> 'SOA' AND type <> 'NS'}"; };
###3. untuk memasukkan record 1 buah dns, nameserver ke mysql mysql -u root -e "create database dns" mysql -u root dns -e " INSERT INTO dns.resource_records ( zone, ttl, type, host, primary_ns, resp_contact, serial, refresh, retry, expire, minimum ) VALUES ( 'xmedia.com', 86400, 'SOA', '@', 'ns1.xmedia.com.', 'hostmaster.xmedia.com.', 2007112201, 10800, 7200, 604800, 86400 );
Beberapa waktu yang lalu server aplikasi video broadcast/chat yang bagus dan multiplatform hanya tersedia pada versi komersial seperti flash media server dan sejenisnya. perkembangan yang terbaru kita bisa menggantikan Flash Media Server/FMS dengan aplikasi video streaming opensource yang disebut red 5. Red 5 lahir dari kebutuhan akan video share server yang mempunyai kemampuan dan protokol yang sama seperti standard rtmp dari FMS, bedanya Red 5 dibuat menggunakan java dan merupakan gabungan dari jetty untuk httpnya dan spring untuk aplikasi stremingnya. Red 5 sendiri saat tulisan ini dibuat sudah mencapai versi stabil v0.7.0 Final yang layak untuk digunakan sebagai pengganti FMS. Red 5 dapat di download pada alamat http://osflash.org/red5 Update Tulisan barus selanjutnya akan memuat bagaimana membuat aplikasi video chat/ video converence sederhana mengunakan Red 5 ini untuk lingkup Kota/WAN atau misalnya untuk pengganti jardiknas yang mahal itu tanpa perlu alat2 mahal semacam Tanderberg. Kebutuhan yang diperlukan hanya PC dengan webcam dan koneksi LAN/WAN/Internet yang memadai serta sebuah server linux untuk diinstall Appserver Red 5. Tunggu saja!
Seperti windows 2003, ternyata windows xp pun bisa dibuat sebagai router, hanya saja kita perlu mengedit/mengaktifkan parameter routing pada service tcpip. Berikut cara mengedit registry agar windows XP support routing, 1. set dword value menjadi 1, pada key:
3. tambahkan routing yang perlu seperti perintah pada linux hanya ada perbedaan parameter sedikit, dengan, start-> run -> cmd , kemudian ketik " route /? " untuk menampilkan help dari cara menambahkan routingnya. ikuti contoh pada manual untuk setup selanjutnya.
Ada kalanya di kantor atau sedang piknik kita perlu menshare data lewat wireless maupun koneksi internet pada salahsatu laptop yang konek ke internet misalnya lewat gprs modem atau 3g modem. Cara yang dapat ditempuh adalah membuat laptop tersebut menjadi accespoint hotspot sementara atau istilahnya adhoc connection, dimana antar laptop yang mempunyai wireless bisa saling koneksi tanpa perlu menggunakan radio wireless accespoint seperti biasa. caranya adalah sebagai berikut. 1. Enable routing , seperti posting artikel sebelumnya
2. Berikan IP static di tiap PC misalny 192.168.0.1 untuk komputer utama yang konek ke internet dan seterunya berurutan untuk komputer yang lain yang akan koneksi ke komputer tersebut dan setup gateway (pada komputer yang lain selain komputer utama) menggunakan IP komputer utama 192.168.0.1 (click untuk versi besar)
3. Enable share internet pada card wireless komputer yang koneksi ke internet,
2. buat koneksi adhoc di setiap PC, 3. Beri nama yang sama untuk addhoc nya pada tiap pc
5. Koneksi addhoc siap, konek ke wireless addhoc pada semua PC agar menggunakan jalur addhoc tersebut.
Multiblog atau disebut juga komunitas blog-blog gratis yang memiliki banyak domain alias misalnya iferianto.multiply.com pada dasarnya dapat diwujudkan dengan menggunakan "emulasi virtual domain" atau domain boongan, hal ini untuk mempermudah jika pendafaran subdomain sangat dinamis, keuntungannya kita tidak usah mengkonfigurasikan ulang name server kita untuk subdomain baru. Mekanisme ini diwujudkan dengan membolehkan wildcard akses "*" pada server domain kita (misalnya menggunakan BIND). Jadi semua request subdomain tersebut diarahkan (pointing) ke domain utama, selanjutnya nameserver (misal BIND) akan melakukan forward langsung ke webserver (misalnya APACHE) kemudian dari webserver ini request subdomain akan ditranslasikan kembali misalnya menjadi URL asli (misalnya menggunakan URL rewriter atau mod rewrite ataupun menggunakan vhost), sebagai analogi misalkan request ke:
Berikut adalah langkah teknis untuk mewujudkan sebuah multiblog wordpressmu & Linux:
1. Install Apache2, bind9, mysql, php5, php5-mysql, php5-gd,apache-mod-rewrite 2. Install wordpressmu http://mu.wordpress.org/download/ 3. Konfigurasikan bind untuk menerima request semua subdomain (wilcard * DNS request) pada CNAME ataupun A records #FILE: /etc/bind/named.conf
* 14400 IN CNAME blogs.unsoed.ac.id
4. Konfigurasikan Apache untuk menerima semua request wildcard ke 1 domain utama (contoh, misalnya)
<virtualhost > ServerAlias www.unsoed.ac.id ServerAdmin iferianto@yahoo.com DocumentRoot /var/www/blogs.unsoed.ac.id/public_html ServerName blogs.unsoed.ac.id User blogs Group blogs ServerAlias *.blogs.unsoed.ac.id </virtualhost>
5. selanjutnya ada 2 cara yang dapat dipilih: a.Misal menggunakan Vhost,
UseCanonicalName off VirtualDocumentRoot /var/www/%-2.0.%-1/%-3
- buat symbolik link ke path asli, subdomain ke path asli
b.Misal menggunakan mod rewrite, Konfigurasikan .htacces atau httpd.conf untuk mod rewrite, forward ke URL asli
<IfModule mod_rewrite.c> RewriteEngine On RewriteBase /
# Show Stats # :: added this to show AWStats stats RewriteCond %{REQUEST_URI} ^/(stats|failed_auth\.html)/?(.*)$ [NC] RewriteRule ^.*$ - [L]
Berhubung projectnya udah lama sekali selesai dan expired berikut aku posting code utama dari webmailmerge menggunakan C# mungkin dapat digunakan sebagai bahan referensi.
Beberapa requirement yang harus diinstall - Office Xp atau 2007 (msword & excel) - GNU PDF Printer
#Code file: Upload.cs
using System; using System.Data; using System.Configuration; using System.Collections; using System.Web; using System.Web.Security; using System.Web.UI; using System.Web.UI.WebControls; using System.Web.UI.WebControls.WebParts; using System.Web.UI.HtmlControls; using System.IO; using System.IO.Compression; using System.Xml; using System.Xml.XPath; using System.Collections.Generic; using System.Text; using System.Threading; using System.Reflection; using Microsoft.Office; using Microsoft.Office.Core; using System.Runtime.InteropServices; using System.Data.Odbc; using System.Data.OleDb; using System.Diagnostics;
using ICSharpCode.SharpZipLib.Zip;
/********external PROGRAM RUN class ********/ class RunProg{ public RunProg() { } public void RunExecutable(string executable, string arguments) { ProcessStartInfo starter = new ProcessStartInfo(executable, arguments); starter.CreateNoWindow = true; starter.RedirectStandardOutput = true; starter.UseShellExecute = false; Process process = new Process(); process.StartInfo = starter; process.Start(); StringBuilder buffer = new StringBuilder(); using (StreamReader reader = process.StandardOutput) { string line = reader.ReadLine(); while (line != null) { buffer.Append(line); buffer.Append(Environment.NewLine); line = reader.ReadLine(); Thread.Sleep(100); } } if (process.ExitCode != 0) { throw new Exception(string.Format(@"""{0}"" exited with ExitCode {1}. Output: {2}", executable, process.ExitCode, buffer.ToString())); } } }
/// Upload handler for uploading files. public class Upload : IHttpHandler { public Upload() { }
/***download: zip output and download as ZIP, need NET zip component***/ private string filename; private string targetfile; private string html_ifolder,html_destfolder,html_base; private RunProg cmd_console; private void FileOutput() { //create cmd external cmd_console = new RunProg();